Rabu, 25 Januari 2012
Guitar Amplifier
MEMBELI GUITAR ELECTRIC
Gitar yang saya punya hanya gitar akustik buatan lokal, merk TOYO, walaupun suaranya biasa - biasa saja, sudah setia menemani selama 25 tahun. Waktu itu yang ingin dibeli merk Yamaha, karena awalnya belajar gitar classic. Beberapa kelebihan gitar Yamaha classic adalah suaranya, kedua jarak antara senar satu dengan yang lainnya agak lebar, cocok untuk fingerstyle. Gitar TOYO yang saya punya hampir mendekati persyaratan tersebut, kecuali harganya hanya Rp 30'000 vs Yamaha Rp 300'000 ( tahun 1980 an ).
Walaupun sudah punya dana cukup, saya tidak berminat membeli gitar akustik yang baru, keinginan saya adalah membeli gitar electric.
Hasil survey mengarah ke dua jenis gitar, yang pertama adalah Yamaha Silent Guitar dengan harga sekitar Rp 3'700'000. Sudah sempat mencoba, dan memang sangat bagus. Fretnya lebar seperti gitar klasik Yamaha, senarnya nilon, ada echo sound prosesornya, dan bentuk bodynya unik lagipula bisa dipreteli kalau dimasukkan ke dalam tasnya.
Gitar yang kedua adalah jenis hollow body atau ada yang menyebutnya arctop guitar. Gitar macam ini banyak dipakai musisi jazz dan blues. Pilihan jatuh ke merk Ibanez seri Artcore AG-75BS. Harganya sekitar Rp 2'700'000.

Akhirnya pilihan saya jatuhkan pada Ibanez Artcore AG-75BS tersebut, saya jatuh cinta pada penampilan bodynya, untuk seri ini bodynya lebih tipis dibandingkan dengan seri lainnya. Senarnya low action, dan yang penting tone-nya ok banget.
Sebagai referensi lihat Ibanez GB-10 seri George Benson, harganya sekitar Rp 30'000'000. Designnya sangat mirip dengan AG-75BS, dan menurut referensi, bentuknya memang dirancang sesuai dengan keinginan George Benson, cuma AG-75BS ini adalah versi ekonomisnya. Walaupun demikian kualitas pembuatannya sangat istimewa, sambungan kayu dan finishingnya rapi sekali, dan kelihatannya seperti mewah.

Aug 18, 2008
Ketika baru membeli gitar listrik, selama 1 bulan belum bisa menikmatinya, karena belum punya amplifier.
Beli ? harganya berangkat mulai dari Rp 400’000 untuk buatan lokal, sayang dimensi boxnya agak besar, desain boxnya kurang menarik, maunya cari yang dimensinya kecil saja, tapi yang begituan harganya mahal, sebut saja merk seperti Roland Micro Cube, Peavey, Bosch, Ibanez dll. Sempat survey juga merk yang top seperti Polytone Minibrut, tapi melihat harganya segitu gak jadilah.
Alternatif lainnya adalah speaker aktif computer. Setelah survey ternyata suara yang dikeluarkan speaker aktif untuk merk seperti Altec Lansing, Creative dll. Terlalu lemah dan suaranya seolah – olah seperti terbungkus atau teredam , tidak cocok untuk gitar listrik
Ok, alternative terakhir adalah membuat sendiri. Saya sudah punya speaker bekas sound system untuk perkantoran, spesifikasinya adalah full range, bukan untuk woofer atau subwoofer.
Untuk amplifier, gambaran kriteria yang saya perlukan adalah : sederhana, tanggapan frekuensinya flat, output secukupnya karena untuk dimainkan di kamar saja.
TBA810 AUDIO AMPLIFIER IC
Hasil pilihan saya adalah IC TBA810, spesifikasinya :
input impedansi setinggi 5M ohm, saya harapkan kepekaannya juga tinggi jadi gak perlu ada pre-amp, rentang tegangan power supply 4 sampai 20V, output power 7 Watt, bolehlah dicoba dulu seperti apa kerasnya.
Berikut adalah skemanya. Gak usah bikin pcb, pakai cara ugly construction, cepat jadinya.
Bagaimana suara yang dihasilkannya ? Cukup memuaskan, jernih, bass dan treble flat, dan pas dimainkan seorang diri di kamar tidur. Saran saya untuk speaker mutlak dibuatkan box, untuk menguatkan bass, speaker bisa diletakkan di kolong meja atau kolong tempat tidur.
LM1875 HIGH PERFORMANCE AUDIO AMPLIFIER IC
Saya ingin power yang lebih besar, kriteria amplifier sama seperti di atas, simple, tidak banyak komponen, dan punya suara yang enak. Saya coba cari di google dengan kata kunci IC STK15, ternyata IC tipe tersebut sudah ketinggalan jaman. Sekarang sudah ada IC yang ukurannya jauh lebih kecil, tapi kemampuannya lebih hebat.
Pemilihan jatuh pada tipe IC LM1875, spesifikasinya 20W output, supply tegangan mulai 16V sampai 60V, output max 30W tergantung supply tegangan, distorsi rendah.
Untuk amplifier ini, dipilih inverted desain, skemanya ,konstruksi, dan powersupply sbb :
Diperlukan pre amplifier, dengan desain tiga buah input dan masing - masing punya volume control sbb: MP3 player L, MP3 player R dan gitar.
Jika anda punya lagu MP3 untuk latihan, katakan kanal kiri untuk rhythm, sisi kanal kanan untuk melodi, salah satu dari jalur tersebut bisa dikecilkan suaranya, ( tanpa mengganggu volume dari jalur yang lain ).
Skema pre amplifier sbb:
Semuanya dirakit dengan cara ugly construction, catatan untuk pre amplifier : usahakan kabel input cukup pendek, periksa bahwa grounding harus menjadi satu dengan rangkaian amplifier dan rangkaian power suplly, kalau tidak akan terdengar dengung. Jauhkan input pre amplifier dari trafo power supply, atau beri sekat di antaranya.
Bagaimana suara yang dihasilkan amplifier ini ? Sangat mengesankan !, anda harus membuatnya sendiri untuk dapat merasakannya.
Berikut adalah layout dan foto – fotonya :







