Minggu, 05 Februari 2012

Special Thanks...~ô~

to : http://elekdasar.blogspot.com untuk artikelnya...
smoga brmanfaat...^^V

Arus listrik Bolak Balik

Listrik Arus Bolak-balik
Label: Listrik Arus Bolak-balik
Pada umumnya listrik arus bolak-balik ini banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebagai penerangan rumah dan keperluan rumah tangga lainnya seperti menjalankan kipas agin setrika dan lain-lain. Listrik arus bolak-balik ini dihasilkan oleh sumber pembangkit tenaga listrik yang dinamakan Generator Arus bolak-balik yang terdapat pada pusat-pusat Pembangkit Tenaga Listrik. Generator tersebut adalah seperti pada gambar dibawah ini :



Pada umumnya tegangan listrik yang dipergunakan untuk keperluan umum sudah distandarisasi secara nasional yaitu 110V dan 220V / AC dengan frekuensi sebesar 50 Hz. Perlu diperhatikan bahwa tegangan listrik baik yang 110V maupun 220V selain berguna bagi kehidupan manusia, juga sangat berbahaya apabila memperlakukannya kurang hati-hati. Untuk mencegah dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kabel-kabel listrik atau letak stop-kontak tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Simbol dari arus bolak balik ini adalah seperti pada gambar di bawah ini :

Belajar Elektro

Hubungan Paralel Dari Sumber Listrik
Label: Hubungan Paralel Dari Sumber Listrik
Selain dihubungkan seri, untuk keperluan tertentu battery dapat pula dihubungkan secara parallel/berderet. Maksud daripada dihubungkan parallel adalah agar arus yang dihasilkan akan menjadi lebih besar. Hubungan parallel dari beberapa buah battery dapat dilihat pada gambar di bawah ini :




Berdasarkan pada gambar di atas, maka pada hubungan parallel akan berlaku rumus :

ITotal = I1 + I2 + I3

ITotal = Jumlah arus yang dihasilkan
I1 I2 I3 = Besar arus tiap battery

Sedangkan besarnya tegangan total adalah :

ETotal = E1 = E2 = E3

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa pada sambungan parallel, tegangan totalnya adalah sama besarnya dengan tegangan masing-masing baterr

Belajar Lagi Yukkk...

Hubungan Seri Sumber Arus
Label: Hubungan Seri Sumber Arus
Kalau kita perhatikan pada sebuah Radio Transistor yang menggunakan 4 buah battery 1,5 Volt, pada umumnya pemasangan batterynya dihubungkan seri antara yang satu dengan yang lainnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini :





Dihubungkan secara seri, maksudnya adalah agar tegangan yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan tegangan yang dipergunakan oleh radio tersebut. Berdasarkan gambar di atas, maka pada hubungan seri akan berlaku rumus :

E Total = E1 + E2 + E3 + E4

E Total = jumlah tegangan yang dihasilkan
E1 E2 E3 E4 = tegangan Battery yang dihubungkan seri

Sedangkan besarnya arus adalah :

ITotal = I1 = I2 = I3 = I4

Dari rumus di atas ternyata pada hubungan seri, besarnya tegangan totalnya adalah jumlah dari tegangan semua battery yang dihubungkan, sedangkan arus totalnya ( I total sama dengan arus yang terdapat pada tiap battery).

Belajar Yukk

Daya Listrik
Label: Daya Listrik
Pada pembahasan yang telah lalu kita telah mengenal 3 macam satuan listrik yaitu tegangan listrik, arus listrik dan tahanan listrik. Ketiga besaran tersebut antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Sekarang kalau kita perhatikan, sebuah lampu penerangan dengan menggunakan lampu pijar dan dihubungkan dengan sumber listrik, lampu tersebut akan menyala. Dengan adanya lampu tersebut menyala tentunya akan menimbulkan energi panas. Hal ini menunjukan adanya suatu usaha listrik yang mengalir dari kutub positif melalui lampu dan kembali ke kutub negatif ari sumber listrik. Usaha listrik tersebut dinamakan Daya Listrik.




Daya listrik dinyatakan dengan satuan Watt (W) dan notasinya dituliskan dengan huruf P. Adapun rumus Daya Listrik adalah :

P = E x I

Besar kecilnya daya listrik adalah sangat tergantung dari besarnya arus dan tegangan yang mengalir dalam rangkaian tersebut.

Belajar Yuk...(Source : http://elekdasar.blogspot.com/2008/10/hukum-ohm.html)

Hukum Ohm
Label: Hukum Ohm
Berdasarkan percobaan, bila antara 2 buah titik yang dihubungkan dengan sebuah kawat penghantar terdapat beda tegangan (E), maka akan mengalir arus listrik (I) yang mengalir melalui kawat penghantar tersebut.




Banyaknya arus yang mengalir pada kawat penghantar tersebut tergantung dari beda tegangan antara ke 2 titik tersebut. Makin besar beda tegangan antara titik A dan titik B, maka makin besar pula arus yang mengalir pada kawat penghantar tersebut. Besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar, selain tergantung dari besarnya beda tegangan juga dipengaruhi oleh :

1. Besar kecilnya diameter atau garis tengah dari kawat penghanar
2. Jenis dari kawat penghantar

Besar kecilnya arus listrik diukur dengan satuan Ampere atau disingkat A dan notasinya dituliskan dengan huruf I. Pada percobaan rangkaian elektronika pada umumnya kita akan berhubungan dengan penggunaan arus listrik yang ukurannya relatif kecil, sehingga untuk menuliskan nilai arus yang kecil tersebut diperlukan satuan yang lebih kecil dari Ampere (A).

1 Ampere = 1.000 mA = 1.000.000 µA
1 mili Ampere = 1.000µA

Besar kecilnya tahanan dapat diukur dengan satuan Ohm dan tahanan sendiri dituliskan dengan notasi huruf R. Prinsip inilah yang dinamakan dengan Hukum Ohm. Berdasarkan hukum ohm, hubungan antara tegangan listrik, arus listrik dan tahanan listrik dapat dibuat persamaan sebagai berikut.

E
I = -----
R

I = besarnya arus satuannya Ampere (A)
E = besarnya tegangan satuannya Volt (V)
R = besarnya hambatan satuannya Ohm (Ω)

Timbul perbedaan tegangan yang terjadi pada percobaan di atas disebabkan karena adanya tekanan dan perlawanan dari adanya perpindahan electron-elektron yang berpindah dari kutub negative ke kutub positif yang mengalir pada kawat penghantar tersebut. Besar kecilnya tegangan listrik dapat diukur dengan satuan Volt atau disingkat V dan notasinya dituliskan dengan huruf E.
Satuan volt yang lebih besar adalah :

1 Kilo Volt = 1 KV = 1.000 V = 103 V
1 Mega Volt = 1 MV = 1.000.000 V = 106 V

Satuan yang lebih kecil dari Volt adalah :
1 mili Volt = 1 mV = 0,001 V
1 micro Volt = 1 µV = 0,000,001 V

Untuk mengukur ketiga besaran listrik di atas yaitu tegangan listrik, Arus listril dan tahanan listrik dapat dipergunakan sebuah alat ukur listrik yang dinamakan AVO Meter (Ampere Volt Ohm Meter).

SOAL UJIAN PRAKTEK TEKNIK AUDIO VIDEO...

Buka Link Ini MasBro!!!

http://iskandar1.wordpress.com/2010/01/22/soal-ujian-praktek-kejuruan-audio-video-smk-2010/

tugas kkpi gue...(sorry ya gw share...kwkwkwk)

Pendahuluan

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.

Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singgungan-singgungan peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban itu.

 

Blog Creator:
Xamidzz